Subhanallah, Pria Non-Muslim ini Hafal Al-Quran dan Pernah Juara Hadrah

Pria Non-Muslim Asal India Hafal Al-Quran dan Pernah Juara Hadrah. Setiap muslim wajib hukumnya untuk membaca ayat suci Al-quran setiap harinya minimal satu ayat per hari, apalagi jika semua ayat dalam Al-quran dihafalkan beserta artinya. Seperti halnya dalam salat, setelah membaca surah Al-Fatihah disunnahkan untuk membaca surat-surat pendek atau biasa kita sebut dengan Juz-Amma atau juz terakhir dalam Al-quran.

Namun, bagaimana jika yang hafal surat-surat pendek tersebut adalah orang yang beragama lain atau non-muslim?

Dialah Nan, pria non-muslim asal India yang menjadi pusat perhatian umat muslim di dunia saat ini. Nan mengaku hafal surat-surat pendek di dalam Al-quran dan hafal doa-doa singkat setelah salat. Selain itu, yang menjadi ketertarikannya adalah dia bisa melantunkan adzan dengan sangat merdu.
pria non-muslim hafal surat Al-quran
Kemampuan yang dia miliki karena rumahnya kebetulan berhadapan langsung dengan sebuah surau di Kampung Air Meleleh, Port Dickson, Malaysia.
" Karena rumah saya dekat dengan surau. Jadi saya selalu dengar azan dan melihat bagaimana orang berwudhu dan sholat," kata dia.
" Saya tak malu mengakui, saya pun tahu bagaimana bacaan surat Al-Fatihah. Kalau mau suruh saya azan pun, saya bisa. Termasuk doa-doa singkat pun saya sudah hafal," tambah Nan.
Sejak kecil Nan sudah tinggal di negara Melayu ini karena ketertarikannya untuk belajar budaya dan agama lain agar bisa membuatnya lebih menghormati agama lain.

Dia mengatakan :
" Saya masih ingat ketika di sekolah rendah dahulu, waktu kelas Pendidikan Moral, ada seorang cikgu (guru) yang selalu ajar saya banyak hal tentang budaya Melayu dan agama Islam. Itu membuat saya senang dan ingin belajar".
Nan, pria India hafal quran dan adzan
Selain hafal surat-surat pilihan di dalam Al-quran, Nan yang memiliki nama asli R. Nanthakumar ini ternyata pernah menjadi juara hadrah di tahun 2009. Dia pernah mengetuai kelompok hadrah di sekolahnya yaitu Sekolah Menengah Kebangsaan Datuk Haji Abdul Samad di Port Dickson.

Karena kesukaannya dalam mempelajari agama lain seperti Islam, setiap tahunnya Nan sering mengerjakan puasa Ramadhan, walaupun terkadang orangtuanya melarangnya, namun Nan mengatakan hanya cba-coba saja.
" Pernah sekali ibu saya marah jika tahu saya ikut puasa Ramadhan. Tapi ketika saya beritahu itu hanya coba-coba, ibu bilang tidak apa-apa. Diam-diam, saya sudah ikut puasa selama 10 tahun. Puasa baru-baru ini, saya hanya melewatkan empat hari saja," ujarnya.
Pria ulusan Sarjana Administrasi di Universiti Antarabangsa (Unitar) ini sangat disukai teman-temannya karena dia tidak pernah memandang ras maupun agama dan anggota keluarga lainnya pun mendukung apa yang Nan lakukan.

Hal lainnya yang Nan tak pernah lupakan adalah kebiasaan-kebiasaan negara asalnya yaitu India. Nan sering dan mahir dalam memainkan alat musik tradisioanl gendang yang biasa mereka sebut Uremi Melam.

Subscribe to receive free email updates: