Selfie Bibir Manyun Berpotensi Gangguan Jiwa

shares |

Selfie Bibir Manyun Berpotensi Gangguan Jiwa. Siapa sih yang gak suka selfie? Loe, gue, kalian, kita, pasti semuanya suka selfie kan? Apalagi kalau diabadikan di sosial media seperti yang lagi trending, ituloh Instagram. Foto tanpa selfie rasanya kayak lirik lagu, sayur tanpa garam kurang enak kurang sedap,euh macem-macem deh.

Perkembangan teknologi saat ini semakin meluas dan lebih canggih terutama pada teknologi gadget. Setiap saku pasti di dalamnya ada gadget. Gak cuma berfungsi buat nelepon, sms, dan browsingan doang, foto bareng teman atau sendiri pun menjadi andalan.

Kamera pada gadget dengan ukuran yang setara dengan kamera DSLR dijadikan alat untuk foto selfie. Ya, selfie memang gak ada bosannya sejak kemunculan kata "foto selfie" itu sendiri. Berfoto pakai gadget itu lebih menyenangkan dan bisa dilakukan dimana saja dan tanpa ribet, karena setiap waktu gadget pasti selalu ada di dalam kantong.

Untuk foto selfie biasanya kita ambil pose andalan seperti senyum, tertawa, dan eksperi wajah yang menyenangkan. Tapi sangat berbeda di zaman ini, pose dengan wajah jelek pun menjadi andalan dan yang paling sering diupload di sosial media.
Dampak buruk foto selfie duck face
Pose jelek apa yang biasa loe unggah? Gak beda jauh deh sama yang lain, pasti pose duck face atau wajah bebek. Pose ini biasa menjadi andalan semua orang terutama kaum wanita di sosial media saat unggah foto selfie. Mungkin menurutnya ini adalah foto terbaik dan yang paling baik dari foto lainnya.

Tapi loe tahu gak? Ternyata kalau kita sering upload foto duck face atau bibir manyun kayak bebek memiliki dampak buruk yang sangat buruk lebih dari kata buruk.

Menurut sebuah penelitian psikologi yang dirilis di sebuah situs tentang duckface, orang yang mengambil fotonya sendiri dengan membuat ekspresi wajah yang disengaja seperti memanyunkan bibir kemungkinan besar memiliki gangguan jiwa. Bayangkan saja, untuk mencari perhatian dari orang lain harus dengan memanyunkan bibir, padahal itu tidak menarik sama-sekali.

Menurut Dr. Pamela Rutledge, Direktor,Media Psychology Research Centre yang dikutip dari Mashable.com

"Berkaca dan memotret diri sendiri atau selfie adalah dua hal yang berbeda. Dengan mematut diri di depan kaca menimbulkan pergerakan yang nyata, sedangkan selfie lebih kepada imaji yang Anda ciptakan sendiri demi mendapatkan perhatian dari orang lain. Hal yang demikian menunjukkan seseorang yang kesepian, butuh pengakuan, selalu ingin menjadi pusat perhatian dan biasanya tidak terlalu pintar.”

Pose manyun bibir ini kalau dibiarkan bisa ketagihan dan akan merasa kurang percaya diri dengan pose seperti senyum dan ekspresi menyenangkan lainnya. Kalau sudah ketagihan sulit untuk berhenti. Tapi itu tergantung masing-masing orang.

Tapi sebetulnya gak cuma foto dengan pose duck face saja yang bisa berpotensi gangguan jiwa, foto selfie dengan pose lainnya yang diunggah di sosial media berdampak buruk pula pada kesehatan psikis, karena si selfier selalu menginginkan perhatian dari orang lain yang melihat fotonya dengan banyak mengklik fotonya. Kalau gak ada yang ngeklik atau menyukainya, pasti dia merasa sedih.

So, masih mau foto sambil monyong-monyongin bibir? Mau dianggap orang gila? Amit-amit deh. Foto ya yang biasa aja, tersenyum manis lebih enak dipandang daripada bibir monyong. Betul gak?

Semoga bermanfaat ya, selamat meninggalkan foto bibir manyun. Bye.

Related Posts

0 komentar:

Poskan Komentar