Mapan Dulu atau Nikah Dulu??Hayo Pilih Mana?

shares |

“Dan nikahilah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (dinikahi) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32)
Kalau mau hitung-hitugan silahkan lihat gambar diatas, kalau kamu menunggu mapan dulu lantas menikah, apa ukuran mapan menurut kamu?? Memiliki rumah mungil dengan harga Rp.300 jutaan?Mobil? atau pengen resepsi pernikahan yang mewah?? Sementara kamu masih menjadi seorang karyawan dengan gaji pokok hanya Rp.3 juta saja maka kamu membutuhkan waktu sekitar 16 tahun lagi.
nikah dulu atau mapan
Ayo berhitung, nikah dulu atau mapan dulu?
Itulah banyak alasan orang menunda-nunda waktu pernikahannya, alasan tersebut bukan datang dari diri kita sendiri melainkan tak jarang dari orang tua baik orang tua pasangan kamu atau orang tua kamu sendiri. Terkadang kita merasa ingin segera menikah namun terkendala dengan masalah kemapanan, kerja masih sebatas karyawan atau bahkan masih menganggur dan dalam masa pencarian kerja. Sementara pihak orang tua menginginkan anaknya hidup layak dengan serba tercukupi.

Ketika datang ingin melamar si dia, orang tua kamu justru bertanya kesiapan kamu, "Apakah bener udah siap??". Bahkan saat bertemu dengan orang tua gadis idaman kamu mereka juga bertanya hal yang sama "sudah punya kerja?? atau kerja dimana dan gajinya berapa??". Wajar mereka bertanya seperti itu karena menginginkan anaknya hidup bahagia dengan pria pilihannya.

Tapi ingatlah, Menikah adalah sesuatu yang sangat dianjurkan oleh agama, jangan khawatir masalah rejeki karena sesungguhnya Allah akan mencukupi rejeki bagi kamu yang menikah. Kamu hanya perlu yakin dengan rejeki dari Allah SWT, bahwa segala urusanmu akan dimudahkan asalkan kamu memintanya dengan ikhlas dan yakin.

Perlu diingat, mapan sebelum menikah tidak menentukan rejeki kedepannya. Bahkan banyak yang sudah membuktikan setelah menikah rejeki justru lebih lancar, setiap urusan pekerjaan menjadi dimudahkan. Toh kamu sendiri tidak tahu rejeki kamu berapa di dunia, jadi buat apa terus memikirkan harta dunia.

Ada pepatah mengatakan, Menikah melipat gandakan rejeki yakni rejeki suami dan rejeki istri karena masing-masing orang memiliki rejeki yang Allah cukupi. Tidak ada orang membujang yang kaya yang ada mereka kebanyakan kaya karena orang tua. Dan ingatlah, Nikmat Allah SWT sangatlah besar sehingga tidak akan bisa kamu hitung dengan angka-angka.
" Dan jika kamu menghitung nikmat-nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya" (Qs Ibrahim [14] 34 & an Nahl [16] ayat 18).
Jadi, jika kamu ingin segera menikah, maka niatkan untuk Ibadah karena Allah agar nanti rumah tangga kamu penuh berkah dan limpahan rejeki.
“Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160) 
Silahkan bertanya kepada orang tua temen-temen sekalian atau berkacalah pada mereka yang telah menikah, apa yang mereka bawa pada saat sebelum menikah. Apakah harta yang banyak dan jaminan kemapanan??? Mungkin hanya bermodal nekad dan mas kawin saja.

Related Posts

0 komentar:

Poskan Komentar